Recent Post

Rabu, 15 Agustus 2012

SOP (Standard Operating Procedure) Perbaikan PC

Standard Operational Procedure Service Komputer


1.Diagnosa Masalah

Nah, ini penting, jika kita menerima pasien, kita harus mendiagnosa masalahnya, ha ha ha, kaya dokter aja (maklum saya suka dokter cantik sih, saya suka berdebar-debar kalo diperiksa, waduh, tidak ada hubunganya ya), nah computer itu yang sakit badanya ato pikiranya, atau dua-duanya, maksud ane computer itu rusaknya di hardware aja misalnya Power Suplynya lemah, CPU terlalu panas,RAM mati, atau disoftwarenya, misalnya kena virus, Windows Error, Data hilang dll, atau komplikasi kedua-duanya. Wah ini butuh penanganan lebih serius. Yah, kalo yang rusak Sparepartnya, biaya service otomatis jadi mahal, karena harus ganti sparepart, kalau yang Error Softwarenya, insyaaloh bias diatasi tanpa biaya yang mahal.

2.Atasi Masalah Hardware terlebih dahulu

Nah, jika masalahnya di hardware, kita harus atasi masalah ini terlebih dahulu sampai computer dapat melakukan Booting dengan sempurna. Ada beberapa masalah yang berkaitan dengan hardware ini yang sering muncul, misalnya bunyi tet tet tet … salah ya ejaanya, nah ini berarti RAMnya sudah mau mati atau masangnya tidak benar, coba lepas kemudian pasang lagi dengan hati-hati. Semoga beres lagi OK, tapi kalau masangnya udah bener akan tetapi tetap sama keadanya yah saya sarankan diganti RAMnya, tentunya yang sesuai spesifikasinya, tapi setau Ane, yang sekarang banyak dipake adalah DDR3 yach. Kalau kipas CPU tidak nyala ada kemungkinan Power Suply lemah, coba dites pakai Multimeter,tapi hati-hati ya, soalnya tegangan tinggi, jika tidak tau ada baiknya Tanya pada yang sudah berpengalaman, nah kalau Power suplynya teganganya masih standar, berarti Power Suply masih OK, akan tetapi kalau sudah dibawah standar, Juragan harus menggantinya mau tidak mau, daripada jadi kronis dan menjalar kemana-mana, ihhhh takuuttt. Nah biasanya di hardware Cuma itu kok Gan, yang sering terjadi, ada juga sih karena kartu Grafisnya ato Hardisk tidak terdeteksi (yah, biasanya masih bisa diperbaiki dengan jalan melepasnya kemudian memasangnya lagi dengan lebih cermat), tapi yang paling sering biasanya Power Suply dan Kartu Memori (RAM). Nah kalau computer sudah dapat booting dengan sempurna, barulah kita beralih mengatasi masalah berikutnya yaitu softwarenya.

3.Lakukan Back Up Data

Sebelum melakukan tindakan lebih lanjut terhadap permasalahan system computer, langkah pertama yang sangat penting dan harus dilkakukan adalah melakukan Back Up data computer, apalagi komputernya berisi hal-hal yang sangat penting, misalnya data-data penelitian, Skripsi, Tesis, data-data keuangan, tugas sekolah ataupun kuliah dan lain sebagainya. Anda dapat melakukan Back Up hanya pada data atau dokumenya, ataupun juga keseluruhan dari data yang berada di Drive C. Sekarang ini banyak program Bootable Backup yang mampu melakukanya. Anda dapat memindah datanya ke Drive D didalam Hardisk yang sama, tentunya jika hardisknya kapasitasnya masih muat, namun anda dapat juga menyimpanya ke flashdisk ataupun ke hardisk eksternal yang sekarang banyak dijual, ataupun dapat juga langsung di burning ke CD ataupun DVD, sekarang banyak software yang mampu melakukanya. Jadi yang harus diperhatikan disini adalah proses Back Up data harus menggunakan program Bootable Back Up, tidak lewat prosedur biasa, kan baru error.

4.Periksa Partisi Hardisk

Nah, sesudah melakukan back up data, kita lebih tenang nich, kalo mau otak-atik computer, kita tidak usah takut datanya hilang. Langkah selanjutnya setelah melakukan Back Up Data ataupun Program Komputer adalah kita periksa Partisi Hardisknya, ada yang error tidak, nah kalu error kita lakukan scan disk untuk memperbaiki bad sector, ataupun dapat juga dilakukan partisi ulang, yang penting hardisknya jadi sehat seperti sedia kala. Setau saya hardisk hanya dapat diperbaiki secara software baik itu dilakukan perbaikan bad sector dengan jalan Deep Scan Disk, ataupun dengan program Repair Partition.

5.Kembalikan Data Back Up ketempatnya semula, ataupun lakukan Repair Sistem Operasi
dengan CD Original ataupun Program Repair yang ada.

Nah, ini adalah langkah terakhir , setelah semua proses diatas yang melelahkan selesai dijalani, lanjut ke langkah terakhir. Jika data dan program di Drive C masih ada dan berfungsidengan baik, berarti proses reparasi computer sudah selesai. Akan tetapi kalau datanya hilang karena dibuat partisi yang baru, kembalikan data back up yang sudah dibuat ke drive C. Nah jika masih Error baik pada Sistem Operasi atau Program aplikjasinya nah kita harus melakukan Repair ataupun Instal Ulang. Nah untuk system operasi Windows, pada CD originalnya ada program untuk repair windows, gunakan fasilitas itu, jika cara ini tidak berhasil, anda dapat mencoba menggunakan program repair Windows yang bootable. Jika kedua cara ini tidak berhasil, maka dengan terpaksa anda harus melakukan install ulang system operasi dan melakukan install ulang program aplikasi yang digunakan

0 komentar:

Posting Komentar